Cimory On The Valley, Agustus 2020

Sudah lama kepingin main ke Cimory On The Valley, Bawen. Denger-denger sekarang Cimory Bawen ada aneka hewan dan taman yang berisi miniatur bangunan-bangunan ikonik dunia.

Agak khawatir sih sebetulnya untuk wisata di tengah pandemi covid-19. Tapi kami lega setelah mendapat info dari instagram Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang bahwa Cimory On The Valley Bawen sudah memperoleh rekomendasi ujicoba operasional di era kebiasaan baru (new normal). Pun demikian, kami memilih datang di hari biasa (weekday) untuk menghindari kerumunan.



Alhamdulillah, urusan parkir mudah. Kami dapat tempat tak jauh dari pintu masuk. Kalau soal tiket masuk sih harganya sama aja antara weekday dan weekend.

Di pintu masuk Cimory, kami disambut dengan poster protokol kesehatan, area cuci tangan, dan pak satpam yang siap dengan thermal gun (termometer tembak) di tangan.

Cuci tangan dulu sebelum masuk

Poster protokol kesehatan ada di banyak titik


"Maaf. Bisa dibuka sedikit, Mba." Alih-alih mengarahkan ke jidat, pak Satpam bermaksud mengukur suhu pergelangan tangan saya.

Saya menolak menyingkap ujung lengan baju dan meminta pak Satpam 'menembak' ke jidat aja. Mengukur suhu pergelangan tangan hasilnya kurang akurat. Lagi pula, rumor soal thermal gun merusak otak itu kan hoaks.



Setelah muncul angka 36,6 di layar thermal gun, pak Satpam mengijinkan saya masuk.

Begitu masuk, di sebelah kiri ada swalayan berisi aneka produk Cimory dan UMKM, lalu di sebelah kanan ada lorong menuju restorant. Saya jalan lurus saja, lalu menuruni tangga dan menuju ke loket tiket.

Untuk tiket Cimory Dairyland, kita cukup membayar Rp 15.000. Namun jika ingin lanjut ke Taman Mini Mania, kita perlu merogoh kocek sebesar Rp 35.000 (tiket combo).

Di sini kami menukarkan tiket yang dibeli secara online

Tiket combo (tiket Dairyland+Mini Mania)


Seperti perkiraan awal, suasana relatif sepi. Kami bisa leluasa melihat ikan besar Araipama, berfoto di yogurt raksasa, dan tidak perlu antri saat memasuki area Dairyland.

Kelihatan gak ikan Araipama-nya?
Panjangnya sekitar 1 meter lho

Foto bareng yogurt kesayangan

Menuju Dairyland.
Suasana lengang, tidak perlu antri

Dairyland adalah sebuah taman luas dengan aneka hewan dan dua buah Rumah Hobbit. Hewan di Cimory Bawen ini lumayan banyak lho. Ada burung onta, otter, kura-kura, aneka musang, iguana, monyet, kambing gunung, domba dengan bulu putih tebal, aneka burung, kuda, bahkan ada onta yang gedhe banget!

Iguananya besar sekali.
Panjang dari kepala sampai ekor sekitar 1,5 M

Baru kali ini saya lihat ayam warna biru

Ada burung Onta juga


Jangan lupa menukar tiket dengan satu botol yogurt di booth dekat taman kelinci. Kita juga bisa membeli lemon tea dingin seharga Rp 8.000 saja (diskon 20% dari harga asli Rp 10.000).

Wahana Rumah Hobbit berada di sebelah timur. Kita bisa foto-foto disini. Di area ini juga ada musholla dan toilet.

Rumah Hobbit


Wahana naik kuda, perah sapi dan kandang domba

Duduk pun harus jaga jarak.
Tempat cuci tangan juga ada di banyak titik


Setelah puas menyambangi Dairyland, kami berjalan ke arah barat, mengikuti sign board KELUAR yang mengantar kami ke palang pintu putar. Apabila tidak membeli tiket Taman Mini Mania, sesudah melewati pintu putar, kita bisa terus ke kiri untuk menuju pintu keluar. Karena kami memiliki tiket masuk Taman Mini Mania, petugas di palang pintu mempersilahkan kami ke arah kanan.

Mejeng dulu sebelum masuk Taman Mini Mania.
Kalau weekend pasti ngantri untuk bisa foto di sini

Ada belasan miniatur ikonik dunia di Taman Mini Mania. Tugu Monas (tugu dengan emas di puncaknya), Burj Khalifa (gedung pencakar langit di Dubai), St Basil Catedral (gereja dengan kubah artistik mirip rumah kue di Moskow) adalah beberapa contoh miniatur dunia yang ada di taman ini. Penjelasan di tiap miniatur menambah pengetahuan kami.

St Basil Cathedral
Bangunan ikonik di Moskow

Menara Eiffel Paris, Perancis

Ini sapi dari seluruh dunia sedang merumput di Mesir 🤣

Kami pikir setelah meninggalkan Taman Mini Mania kami akan langsung keluar menuju parkiran. Ternyata jalur keluar diarahkan untuk melewati area pengemasan produk-produk Cimory. Setelah itu masuk ke area swalayan, baru kemudian keluar ke pintu yang sama dengan saat kita masuk pertama kali. Itu lho, pintu yang ada satpam dengan thermal gun itu.

Puas banget deh jalan-jalan ke Cimory On The Valley.

Tips dari Martha:

1. Pilih berkunjung di hari biasa, jangan hari libur.
Keuntungan: sepi.
Kekurangan: ada booth jajan yang tidak buka.
*kalau buat Martha, ini malah untung. Irit, ga usah jajan 😁

2. Datang di pagi atau sore hari biar gak kepanasan.

3. Pastikan cuaca cerah. Di sini 80% area terbuka. Kalau hujan, alamat ambyar deh jalan-jalannya.

4. Beli tiket combo (Dairyland dan Taman Mini Mania) biar puas. Terutama jika mengajak bocah yang sudah bisa membaca.

5. Kalau udah masuk terus bingung dengan rutenya, hindari sign board KELUAR. Kalau sign board KELUAR nunjuk ke kiri, kita pilih sign board yang nunjuk ke kanan atau arah lain selain kiri. Nanti jika dirasa sudah cukup jalan-jalannya, baru ikuti panah KELUAR.

Selamat jalan-jalan yaa. Pakai terus maskernya dan tetap jaga jarak. Ingat wisata BISA: Bersih, Indah, Sehat, dan Aman 😊

*Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog "Wisata Kabupaten Semarang di Era Adaptasi Baru"

Komentar